DAERAH

Lantik 14 Kades PAW, Ini Pesan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma

×

Lantik 14 Kades PAW, Ini Pesan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma

Sebarkan artikel ini
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma saat prosesi pelantikan 14 Kepala Desa PAW di pendopo Brebes. (Foto: Olam).

BREBES JATENG, Suara Jelata – Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma resmi melantik 14 Kepala Desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Pendopo Kabupaten pada Senin (20/4/2026) guna menjamin keberlangsungan roda pemerintahan desa yang sempat kosong.

Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kabupaten Brebes saat 14 putra-putri terbaik desa berdiri tegak mengambil sumpah jabatan.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Mereka bukan sekadar mengisi kursi kosong, melainkan memikul harapan ribuan warga yang sempat tertunda. Ke-14 kepala desa ini berasal dari berbagai wilayah strategis, mulai dari Desa Kluwut di pesisir Bulakamba hingga Desa Plompong di dataran tinggi Sirampog.

Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, dalam tatapannya yang tajam mengingatkan bahwa pelantikan ini bukanlah akhir dari kompetisi, melainkan gerbang awal pengabdian yang melelahkan.

Ia menyoroti fenomena klasik pemimpin yang kerap ‘raib’ usai meraih suara.

“Jangan hanya aktif saat masa kampanye, lalu kehadirannya berkurang setelah memegang jabatan. Teruslah bersemangat mendampingi rakyat dan bekerja dengan sepenuh hati,” tegasnya.

Paramitha sempat mengungkit memori kelam tahun 2025, di mana ketidakpercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan desa sempat memicu gejolak sosial di beberapa wilayah.

Ia tak ingin luka lama itu menganga kembali. Baginya, kepala desa adalah orang pertama yang harus tahu jika ada warga yang lapar, sakit, atau rumahnya nyaris roboh.

Komunikasi dengan camat menjadi harga mati, terutama menghadapi anomali cuaca yang kerap memicu bencana mendadak.

Secara teknis, para kades anyar ini akan melanjutkan sisa masa jabatan sesuai UU Nomor 3 Tahun 2024.

Namun, tantangan mereka jauh lebih berat dari sekadar administrasi.

Fokus pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting di Brebes menjadi ‘rapot’ utama yang akan dinilai pemerintah daerah.

Desa-desa seperti Indrajaya, Songgom, Jatimakmur, hingga Pende dan Ciampel kini resmi memiliki nakhoda baru yang diharapkan mampu meredam ego sektoral demi kesejahteraan kolektif.

Di akhir prosesi, Bupati meminta para pemimpin desa segera turun ke lapangan. Bukan untuk berparade, tapi untuk menyerap aspirasi yang selama ini tersumbat.

Kehadiran fisik dan empati pemimpin desa di tengah warga dianggap sebagai obat paling mujarab untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap birokrasi paling bawah ini. (Olam).