BREBES JATENG, Suara Jelata – Komite Disiplin PSSI Brebes menjatuhkan sanksi larangan bermain satu tahun kepada dua pemain Sakha FC dan menegur keras panitia Arsyila Cup 2026 buntut aksi kekerasan terhadap wasit di Bumiayu.
Wajah sepak bola Brebes tercoreng aksi anarkis di atas rumput hijau.
Komite Disiplin (Komdis) PSSI Kabupaten Brebes akhirnya mengambil langkah radikal dengan menjatuhkan sanksi berat terhadap pelaku kekerasan dalam laga babak 16 besar Arsyila Cup 2026.
Keputusan ini diambil setelah sidang pleno yang dipimpin langsung oleh Ketua Komdis PSSI Brebes, Nanang Raharjo, pada Sabtu (10/5/2026).
Badai hukuman ini bermula dari laga panas antara Ceisya Jaya Farm FC melawan Sakha FC Kalilangkap di Lapangan Asri Bumiayu, Rabu (6/5/2026).
Tensi tinggi memuncak pada menit ke-54 saat wasit menunjuk titik putih untuk Ceisya Jaya Farm.
Tak terima dengan keputusan tersebut, dua penggawa Sakha FC, Eka Encek dan Alvin, kehilangan kendali.
Berdasarkan bukti rekaman video, Eka Encek selaku kapten tim kedapatan mengintimidasi hingga memukul wajah wasit.
Sementara itu, Alvin melayangkan tendangan ke tubuh sang pengadil sebanyak tiga kali dibumbui makian kasar.
“Tidak ada tempat untuk kekerasan dalam sepak bola Brebes. Sanksi ini kami jatuhkan untuk menjaga marwah sepak bola, melindungi perangkat pertandingan, dan memastikan turnamen berjalan sportif,” tegas Nanang Raharjo dalam putusan tertulisnya.
Eka dan Alvin kini resmi ‘diparkir’ dari seluruh aktivitas sepak bola di bawah naungan PSSI Brebes hingga Mei 2027.
Namun, Komdis tidak hanya membidik pemain. Panitia Pelaksana Arsyila Cup 2026 turut terseret dalam pusaran sanksi berupa teguran keras.
Komdis menilai panitia abai terhadap standar keamanan minimum. Fakta di lapangan menunjukkan hanya ada satu orang steward yang bertugas saat kericuhan pecah.
Kelalaian ini dianggap fatal karena gagal menjamin keselamatan perangkat pertandingan di tengah laga dengan tensi tinggi.
Ke depan, PSSI Brebes memperketat regulasi bagi penyelenggara turnamen. Panitia wajib menyiagakan 4-6 steward untuk laga krusial dan mengantongi rekomendasi resmi Askab.
“Jangan sampai turnamen yang niatnya membina malah jadi ajang anarkis. Jika lalai, sanksi teguran keras ini bisa naik jadi penghentian turnamen,” tambah Nanang.
Keputusan ini bersifat final, sekaligus menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang berani mencederai sportivitas di lapangan hijau. (Olam).











