DAERAHPeristiwa

Aksi  Massa di Brebes, Seribuan Warga Pasarbatang Kompak Ganyang Sarang Obat Golongan G

×

Aksi  Massa di Brebes, Seribuan Warga Pasarbatang Kompak Ganyang Sarang Obat Golongan G

Sebarkan artikel ini
Sekitar seribuan orang yang terdiri dari santri Ponpes Darul Abror, aktivis Muhammadiyah, NU, Ormas Kepemudaan hingga kelompok ibu-ibu pengajian tumpah ruah ke Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Pasarbatang, Brebes. (Foto: Olam Mahesa).

BREBES JATENG, Suara Jelata Seribuan warga mulai dari santri hingga ibu-ibu pengajian, menggeruduk kios penjual obat keras golongan G di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan/Kabupaten Brebes pada, Rabu malam (15/4/2026).

Aksi tersebut sebagai bentuk deklarasi perang terhadap peredaran narkoba.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Suasana di jantung Kota Brebes mendadak mencekam selepas magrib.

Sekitar seribuan orang yang terdiri dari santri Ponpes Darul Abror, aktivis Muhammadiyah, NU, Pemuda Pancasila, hingga kelompok ibu-ibu pengajian tumpah ruah ke Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Pasarbatang.

Mereka bergerak dalam satu barisan rapat, menyasar sebuah bangunan yang selama ini dicurigai sebagai ‘warung aceh’ penjual obat-obatan terlarang.

Langkah kaki massa semakin cepat menuju target. Spanduk bertuliskan “Selamatkan Anak Kami dari Obat G” membentang lebar di barisan depan.

Di sepanjang jalan, warga yang menonton dari teras rumah tak tinggal diam; mereka ikut bersorak, memberikan dukungan moral bagi aksi penyisiran ini.

Namun, setibanya di lokasi, ketegangan memuncak saat massa mendapati warung tersebut dalam kondisi gelap gulita dan terkunci rapat.

Kecurigaan adanya kebocoran informasi langsung menyeruak. Korlap aksi, Asrofi, tampak geram saat menyisir sudut bangunan yang kosong melompong itu.

“Ini sudah bocor. Mereka kabur duluan sebelum aksi. Ini tidak wajar. Ada yang kasih tahu!” teriak Asrofi di hadapan massa.

Meski penjual raib, warga menemukan beberapa plastik yang diduga bekas bungkus obat golongan G yang tercecer di lantai.

Keresahan warga bukan tanpa alasan. Peredaran obat keras seperti Tramadol dan Hexymer di wilayah ini dinilai sudah ugal-ugalan dan menyasar anak sekolah.

Pengasuh Ponpes Darul Abror, KH Munir, menegaskan bahwa aksi ini adalah benteng moral terakhir.

“Ini jihad lingkungan. Kami siap membentengi warga. Siapapun bekingannya, mau orang kuat, mau aparat, kami tidak takut. Demi anak-anak kami, kami akan tetap menutup warung ini,” tegasnya.

Tak sekadar menggerebek, KH Munir langsung menginstruksikan pembentukan tim pemantau independen.

Tim yang terdiri dari unsur santri dan pemuda ini akan melakukan ronda rutin untuk menyisir setiap sudut Brebes dari peredaran obat terlarang.

Di sisi lain, Kapolsek Brebes AKP Prapto yang mengawal jalannya aksi memberikan apresiasi atas kepedulian warga.

Namun ia mengingatkan agar masyarakat tetap menahan diri dan tidak main hakim sendiri. Polisi berjanji akan mendalami persoalan ini sebagai pintu masuk penyelidikan lebih lanjut. (Olam).