Opini

Hindari Penyakit Lupa Diri: Refleksi Sosial Tentang Sikap, Kesombongan, dan Dunia Kewartawanan

×

Hindari Penyakit Lupa Diri: Refleksi Sosial Tentang Sikap, Kesombongan, dan Dunia Kewartawanan

Sebarkan artikel ini
H. Darwis Akbar, S.H., M.M. (foto: dok. Pribadi)

Suara Jelata Fenomena “lupa diri” dinilai semakin banyak terjadi di tengah kehidupan masyarakat saat ini. Sikap sombong, merasa paling hebat, hingga melupakan jasa orang lain disebut menjadi gejala yang sering terlihat dalam kehidupan sosial maupun dunia pekerjaan.

Dalam tulisan ini, penulis ingin menjelaskan bahwa seseorang yang terkena “penyakit lupa diri” biasanya mulai merasa dirinya paling baik dan paling unggul dibanding orang lain. Sikap tersebut dinilai dapat menjerumuskan seseorang ke dalam bahaya besar karena melupakan prinsip-prinsip kehidupan yang sebenarnya.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Menurut penulis, orang yang lupa diri biasanya melupakan asal-usulnya sendiri. Ketika sudah memiliki pekerjaan, jabatan, atau kedudukan, mereka lupa masa-masa sulit saat belum memiliki apa-apa.

Sering ditemukan perilaku sebagian orang yang meremehkan pihak lain setelah merasa sukses. Padahal, menurut penulis, keadaan hidup dapat berubah sewaktu-waktu dan manusia tidak boleh sombong terhadap sesama.

Perilaku tersebut dapat ditemukan di berbagai bidang profesi, termasuk di dunia media dan kewartawanan. Di mana ada oknum wartawan yang setelah mendapat pengalaman dan bimbingan dari wartawan senior, kemudian melupakan pihak yang pernah mendidiknya.

Penulis juga mengingatkan bahwa membangun media, baik media cetak maupun media online, membutuhkan biaya besar dan perjuangan yang tidak mudah. Karena itu, seseorang diminta untuk menghargai proses dan tidak hanya mengejar identitas profesi semata.

Perlu dihindari, jangan sampai setelah mendapatkan KTA wartawan, justru tidak aktif membuat berita dan hanya mencari keuntungan pribadi.

Kesimpulannya, apa pun profesi dan jabatan kita, hendaklah selalu rendah hati, menghargai jasa orang lain. Serta tidak mudah terlena dengan jabatan maupun keberhasilan yang telah dicapai atau dimiliki saat ini. (*)

Penulis:
H. Darwis Akbar, S.H., M.M.
Pimpinan Redaksi dan Wartawan Media Online
Tinggal di Palembang, Sumsel