Close Iklan
BeritaDAERAH

Perumda Ake Gaale Kota Ternate Benahi Sumur Bor Hingga Sumber Air

×

Perumda Ake Gaale Kota Ternate Benahi Sumur Bor Hingga Sumber Air

Sebarkan artikel ini
Direktur Perumda Ake Gaale Kota Ternate Firman Mudaffar Sjah, S.E. (foto: Saleh)

KOTA TERNATE MALUT, Suara Jelata Perumda Daerah (Perumda) Air Minum Ake Gaale Kota Ternate mulai melakukan pembenahan sejumlah fasilitas air. Mulai dari sumur bor, bak penampung, hingga sumber mata air.

Perbaikan tersebut menjadi perhatian utama Perumda Ake Gaale, terutama untuk wilayah dataran tinggi yang masih kesulitan mendapatkan air bersih.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Direktur Perumda Ake Gaale Kota Ternate Firman Mudaffar Sjah, S.E. saat diwawancara awak media suarajelata.com, Selasa (26/05/2026) menjelaskan, pihaknya akan mengalirkan air ke bak penampung yang lebih tinggi. Dikatakan Firman, kegiatan tersebut membutuhkan waktu, karena setidaknya dibutuhkan 2 sampai 3 bak tambahan, saluran baru, dan sambungan rumah.

“Di lokasi wilayah dataran tinggi, mesin pompa tidak kuat mendorong air. Sehingga terjadi giliran mati air selama 1-4 hari, hal ini menjadi kendala utama kami,” jelasnya.

Firman menyebut rencana sudah disampaikan ke mitra DPRD Komisi 2, Balitbangda, Sekda, dan Walikota Ternate selaku kuasa pemilik modal (KPM). Tahun ini bersama DPU Kota Ternate, pihaknya akan menggali satu titik sumur batu di tanah tinggi sisi barat.

“Ini untuk mengurai krisis air khususnya di Maliaro puncak. Karena pembangunan di sana semakin padat,” ujarnya.

Perumda Ake Gaale juga mengaktifkan komunitas pelindung air di seluruh kelurahan. Komunitas itu diharapkan bisa membantu warga melaporkan ke pihaknya jika ada ganguan, agar cepat ditindaklanjuti.

“Kami sudah punya alat modern untuk mendeteksi kebocoran, tapi butuh jaringan pipa yang rapi. Sementara jaringan kita masih perlu dibenahi. Makanya tahun ini fokus utama di business plan adalah merapikan jaringan. Kalau sudah rapi, baru teknologi itu kita gunakan,” kata Firman.

Menurut Firman, komunitas pelindung air ini juga akan mengedukasi warga soal sampah. Misalnya terkait kasus pembakaran sampah yang bisa mengakibatkan pipa saluran air rusak.

“Kami juga mendorong masyarakat untuk membuat sumur resapan. Mengingat, dari hasil penelitian, Ternate ini merupakan kepulauan dengan rongga air di bawah. Air hujan harus masuk lewat sumur resapan agar terus mengisi mata air,” ungkapnya.

Firman menilai kepedulian warga Ternate terhadap air masih kurang dibanding dengan daerah lain. Karena itu, komunitas pelindung air ini akan melakukan sosialisasi kepada generasi muda, mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Terkait rekrutmen karyawan, Firman memastikan akan dilakukan secara terbuka sesuai Permendagri Nomor 23 tahun 2024.

“Hingga April 2026, jumlah pelanggan baru sebanyak 36.092 orang. Angka ini masih jauh dari target 50.000 pelanggan. Masalah tunggakan, pihak kami rutin menagih. Setiap bulan kami kirim surat ke pelanggan yang menunggak, berdasarkan laporan tunggakan,” ujarnya.

Terkait pemasukan Perumda Ake Gaale, berasal dari penjualan air dan non air. Semakin banyak air yang tersalurkan (terjual), pemasukan semakin naik pula.

“Tapi sekarang belum maksimal, karena kendala jaringan, pompa, dan mesin,” sebut Firman.

“Pengeluaran terbesar untuk operasional, yaitu untuk listrik dan membayar gaji karyawan,” imbuhnya.

Dalam empat tahun ke depan, Firman menargetkan pembenahan di internal dan pelayanan. Pihaknya akan meminimalisasi air yang terbuang, mencari sumber air baru untuk wilayah dataran tinggi, serta menertibkan aset dan legalitas.

“Kami juga akan berkolaborasi dengan kelurahan, kecamatan, dan komunitas pelindung air untuk menjaga sumber mata air. Sehingga kami berharap ada deviden dari Pemerintah Kota Ternate agar setoran ke PAD tetap berjalan,” tutupnya. (Saleh)