GOWA, Suara Jelata—Hasnah (50), meninggal dunia usai di terjang Angin Puting Beliung saat berteduh di rumah kebun miliknya di Dusun Balang Buki, Desa Tonasa, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa. Selasa, (7/4/2020) sekitar pukul 12.30 Wita.
Menurut Baso’ (saksi) kronologis kejadian berawal saat ia bersama empat orang keluarganya sedang melakukan aktivitas di ladang/kebun dan tiba – tiba turun hujan deras yang disertai tiupan angin kencang.
Melihat hal tersebut, dirinya bersama empat orang langsung meninggalkan kebun untuk segera menuju ke rumah kebun milik mereka yang tak jauh dari ladangnya untuk berteduh sekaligus beristirahat sambil menuggu hujan redah dan melanjutkan aktivitas berkebun.
“Berselang beberapa saat kemudian, tiba-tiba angin puting beliung menerjang rumah kebun yang dijadikan tempat berteduh sehigga membuat rumah kebun tersebut hancur rata dengan tanah. Saya dan empat orang lainya terhampas oleh tiupan angin puting beliung sejauh 30 meter dari rumah kebun tersebut,” Ujar Baso.
“Setelah kejadiaan tersebut, saya langsung mencari keluarga saya dan saat itu menemukan Hasna Dg Canang terkapar di tanah,” katanya.
Lanjut baso, Melihat hal tersebut, saya dan beberapa warga yang berada di TKP langsung menolong Hasna kemudian segera melarikan ke Puskesmas Tamaona, Kecamatan Tombolopao.
Setelah tiba di Puskesmas dan di beri pertolongan, beberapa saat kemudian Hasna Dg Canang menghembuskan nafas terakhirnya.
Anwar Jama Kepala Desa Tonasa saat di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
“Iya betul, terjadi terjangan angin puting beliung yang menyebabkan satu rumah kebun porakporanda dan menyebabkan satu korban meninggal dunia,” kata Anwar Jama saat di hubungi melalui Via Whatsapp.
“Ada juga dua orang yang mengalami luka-luka,” katanya.
Diketahui ke empat orang yang saat itu bersama dengan korban yakni Ira (31), RF (5), Muti (22), dan Baso.
Kini korban tersebut tengah di semayamkan di rumah duka.
Wawan











