SINJAI, Suara Jelata — Ketua Gerakan Sinjai Muda (GSM), Nurhidayatullah B. Cottong, angkat bicara terkait dinginnya isu pengerjaan jalan poros di desa Turungan Baji, kecamatan Sinjai Barat, kabupaten Sinjai. Senin, (17/6/2019).
Berdasarkan informasi yang tersebar, bahwa dalam program pembangunan fisik, Turungan Baji masuk sebagai skala prioritas.
Namun hingga detik ini hal tersebut nihil, pasalnya belum ada tanda-tanda adanya perbaikan jalan.
“Pemda harus terbuka menjelaskan ketidak-mampuannya membangun desa Turungan Baji, jangan tutupi” tegasnya.
Dia menjelaskan, Turungan Baji itu memiliki rentetan sejarah yang amat dalam, dan tentunya tak terlepas dari sejarah berdirinya kabupaten Sinjai.
“Itu yang perlu digaris bawahi oleh semua pihak, ini bukan main-main, kampung tua yang tidak diperhatikan dalam hal pembangunan, mana ada seperti itu, justu pembangunan itu diarahkan agar akar sejarah tidak lepas oleh zaman, Pemda mesti paham” ujarnya.
Tak jauh dari itu, penolakan warga terkait dibukanya jalan poros baru memang benar, kata dia, itu fatal.
“Kenapa mesti buka jalan baru lagi, kalau sudah ada jalan lama yang sudah terbuka, ini bukan soal ketidak-mampuan teknis, tapi saya kira adalah kemalasan berpikir ribet,” imbuhnya.
Dia menambahkan, tetapi perlu dipahami, bahwa sejatinya infrastruktur jalan adalah untuk masyarakat.
“Ini memalukan, kalau sudah dikatakan di depan publik bahwa jalan poros di Turungan Baji masuk skala prioritas 100 hari kerja tapi faktanya belum ada pengerjaan sampai sekarang, itu memalukan apalagi ini janji Bupati,” katanya.











