OPINI: Artificial Intelligence Bagi Mahasiswa Akuntansi; Peluang atau Tekanan?

  • Whatsapp
Sri Asmira

OPINI, Suara Jelata— Perkembangan zaman yang semakin pesat, kini “merasuki” segala sektor kehidupan. Berbagai jenis kecanggihan yang menawarkan sesuatu yang instan tidak lagi dapat dihindarkan dari keseharian manusia.

Fenomena ini kemudian menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kalangan, dikarenakan adanya effort yang juga berbeda yang dirasakan oleh kalangan tertentu. Fenomena ini juga secara massif telah mempengaruhi perilaku manusia.

Bacaan Lainnya

Hal ini merupakan buntut dari pergeseran paradigma yang semakin kompleks dan terpenjara dalam hidup yang serba cepat. Tak ayal, banyak lini yang kemudian menjadi tak berarti apa-apa ketika tidak mampu beradaptasi dengan kemajuan yang sudah sangat nyata.

Banyak bidang yang kemudian menjadi kaku dan tenggelam seiring dengan modernisasi yang menggempur terus-menerus. Kecanggihan saat ini hadir dalam berbagai bentuk yang disebut dengan teknologi.

Teknologi didefenisikan sebagai sebuah kesatuan sistem yang mampu memudahkan pekerjaan manusia secara luwes. Selain itu, teknologi juga diartikan sebagai sebuah perangkat yang bekerja layaknya manusia, namun tetap dikendalikan oleh manusia itu sendiri. Terlepas dari apa defenisi sebenarnya, teknologi telah memberikan pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan umat manusia hari ini.

Namun, seperti yang kita ketahui bahwa, segala sesuatu sejatinya memiliki dampak positif dan negatifnya masing-masing. Teknologi pun tidak luput dari hal tersebut, dimana kajian terkait dampak buruknya semakin banyak dilakukan oleh para ahli.

Bukan tanpa alasan, sebab teknologi menghadirkan banyak keresahan, mulai dari masalah sosial, kesehatan, lingkungan, dan hal-hal lain yang memiliki sensitivisme tinggi dengan hadirnya teknologi.

Salah satu produk teknologi yang hadir saat ini adalah Artificial Intelligence (kecerdasan buatan). Artificial Intelligence (AI) ini merupakan sebuah sistem tersinkronisasi dan terintegrasi yang didesain untuk melakukan aktivitas, pekerjaan, atau tindakan layaknya manusia.

AI saat ini juga dikenal teknologi robotik yang kompleks, namun AI bukan semata-mata soal robot tetapi juga soal sebuah fleksibilitas dalam wujud perangkat lainnya .Berbagai produk AI kini telah merajalela di dunia dan menjadi penguasa kehidupan manusia.

Siapa yang tak kenal Apple, Android, Microsoft, Symbian, dan lain sebagainya. Berbagai merk tersebut adalah produk-produk atau hasil dari lahirnya AI.

Kehadiran berbagai merk tersebut dengan segala kecanggihannya telah sejak lama dirasakan pengaruhnya. Sebagai contoh adalah bagaimana pekerjaan sangat bergantung kepada Microsoft dengan aplikasi Microsoft Office-nya untuk mengelola banyak pekerjaan.

Microsoft dengan excel-nya awalnya mendominasi dalam hal penggunaan aplikasi untuk berbagai bidang, salah satunya terkait dengan pembelajaran akuntansi. Microsoft menghadirkan Microsot Excel yang dapat digunakan untuk membuat sebuah system terstruktur untuk mengelola data-data akuntansi dengan menggunakan rumus-rumus yang tersedia.

Awalnya, hal ini dianggap sangat fleksibel oleh banyak pihak yang bergelut pada bidang akuntansi. Namun, seiring berkembangnya zaman, Microsoft Office perlahan mulai mendapat saingan dari pengembang lain seperti Android. Apa yang kemudian membuat Microsoft mulai kurang diminati, khususnya oleh mahasiswa akuntansi itu sendiri adalah pada sisi fleksibilitasnya.

Untuk menggunakan Microsoft Office, diperlukan netbook, laptop, atau PC yang berat untuk dibawa kemana-mana. Meskipun Microsoft telah mengembangkan versi mobile dari produk mereka untuk platform android, namun tetap saja ada kendala, yakni pada ukuran aplikasi yang terlampau besar.

Selain itu, penggunaan rumus yang rumit juga menjadi salah satu alasan mengapa Microsoft Office kini mulai ditinggalkan oleh mahasiswa akuntansi dan beralih ke berbagai platform yang lebih sederhana namun dengan fungsi yang kurang lebih sama atau bahkan lebih lengkap.

Fenomena yang terjadi kemudian adalah, mahasiswa akuntansi tidak paham dengan akuntansi itu sendiri, terkhusus pada basic accounting yang katanya membingungkan dan rumit.

Beberapa kajian menemukan bahwasanya fenomena ini tidak hanya terjadi pada mahasiswa akuntansi, tetapi juga pada mahasiswa jurusan lain. Penelitian tersebut juga menemukan faktor-faktor penyebab kurangnya pemahaman akan ilmu dasar, salah satunya dampak ketergantungan teknologi dalam wujud smartphone.

Salah satu contoh kasus adalah ketika mata kuliah Komputer Akuntansi, mahasiswa cenderung malas membawa netbook atau laptopnya dan hanya membawa smatrphonenya.

Hal ini kemudian berimbas pengetahuan basic accounting mahasiwa yang sering berkelakar “Andai saja tugas atau pembelajaran akuntansi ini bisa menggunakan smartphone”.

Android Artificial Intelligence dihadirkan dalam upaya meningkatkan pemahaman akuntansi dasar mahasiswa, tawaran ini adalah dampak dari adanya erudisrupsi, dimana segala sesuatu menjadi kental dengan teknologi. Kebiasaan yang cenderung tidak humanis harus bisa disikapi dengan bijak dengan mengikuti arusnya tanpa harus hanyut didalamnya.

Penulis: Sri Asmira, Mahasiswa UIN Alauddin Makassar

Tulisan tersebut diatas merupakan tanggung jawab penuh penulis

loading...
  • Whatsapp