‘Nyanyian’ Mantan Direktur PDAM Seret Nama Bupati Sinjai Dibantah Keras

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata–Mantan Direktur PDAM Sinjai, Suratman, membuat pengakuan mengejutkan dan menyeret nama Bupati Sinjai saat ini.

Dia mengatakan pernah dimintai uang oleh suruhan Bupati Sinjai atas nama AM dan meminta fee 10% dana hibah air minum perkotaan yang bersumber dari APBN.

Bacaan Lainnya

“Saya pernah dimintai uang sama Pak Bupati 300 juta melalui Andi awal dan saksinya saya punya staf yang saya panggil waktu itu, kejadiannya 9 Agustus 2019 lalu,” bebernya. Kamis, (20/5/2021).

Saat itu kata Suratman, dirinya diperlihatkan oleh AM chatnya Bupati Sinjai dan dirinya memastikan jika itu memang benar karena nomor yang diperlihatkan sama dengan nomor yang disimpan olehnya.

“Sempat itu Andi Awal meminta saya untuk menelpon Pak Bupati kebenarannya, namun saya mengatakan sudah yakin karena benar nomornya, ” terangnya.

Lanjutnya, dana hibah saat itu sebanyak 3 miliar rupiah, jika dikalkulasikan yang diminta sekitar 300 juta rupiah dan dirinya bilang saat itu tidak sanggup.

” Namun karena itu besar nilainya, maka saya menolak karena dimana saya mau ambil dana sebesar itu,  saya kaget dan mengatakan tidak penuhi permintaan begitu meski dari Bupati,” tuturnya.

Sementara itu, AM, yang disebut namanya sebagai suruhan Bupati Sinjai untuk meminta fee membantah keras pernyataan mantan Direktur PDAM Sinjai.

Bahkan menurut AM, penyataan yang dilontarkan oleh yang bersangkutan cenderung pencemaran nama baik dan tidak mendasar ditengah kasus dugaan korupsi saat dirinya menjabat bergulir di Kejaksaan Sinjai.

“Itu tidaklah benar terkait adanya permintaan melalui aplikasi chatting Whatsapp yang katanya senilai Rp 300 juta itu, saya katakan tidak ada sepeser pun nilai baik permintaan maupun pemberian sebagaimana yang di jadikan narasi tersebut, apalagi menyebut nama Pak Bupati Sinjai,” Terangnya.

AM mengatakan saat itu dirinya bertemu membahas cerita seputar PDAM Sinjai saat Suratman masih menjabat sebagai Dirut PDAM Sinjai dan sekedar silaturahmi.

“Kami hanya berbincang perihal kinerjanya di PDAM Sinjai, terlebih adanya sejumlah element masyarakat yang menyoal SK pengangkatannya yang dianggap bermasalah (cacat hukum), tidak ada pembicaraan soal Fee seperti itu,” tuturnya.

Yang menjadi pertanyaan besar bagi AM, adalah mengapa hal seperti ini baru di publikasikan jika memang Suratman merasa dirugikan, di publish pada saat Kejari Sinjai sedang mengusut penggunaan dana hibah PDAM Sinjai yang mana pada saat masih menjabat sebagai Direktur PDAM Sinjai.

“Jadi dengan segala hormat, saya meminta pak Suratman meluruskan hal ini sebab saya merasa dengan adanya hal ini membuat nama baik kami tercemar, ” pungkasnya.

Lanjutnya, sebagai pihak yang merasa di rugikan dirinya akan mempertimbangkan mengambil langkah dan upaya hukum atas pernyataan tersebut.

loading...