DAERAH

Kocak Namun Berbobot: Ratusan Warga Pesantunan ‘Disawer’ Ilmu oleh Kyai Zahrowi

×

Kocak Namun Berbobot: Ratusan Warga Pesantunan ‘Disawer’ Ilmu oleh Kyai Zahrowi

Sebarkan artikel ini
KH. Zahrowi Ardian Tohir, atau yang lebih akrab disapa Kyai Sawer (kanan), Ketua Panitia penyelenggara, Wadio Anjar Hardianto (kiri). (Foto: Istimewa).

BREBES JATENG, Suara Jelata – Ratusan warga Desa Pesantunan memadati Mushola Ainul Huda,, Sabtu (18/4/2026) malam, guna mengikuti pengajian umum Halalbihalal dan tahlil massal yang menghadirkan pendakwah kondang asal Pekalongan, KH Zahrowi Ardian Tohir.

Suasana malam di Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes mendadak riuh oleh gelak tawa yang pecah bersahutan.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Bukan tanpa alasan, kehadiran KH. Zahrowi Ardian Tohir, atau yang lebih akrab disapa Kyai Sawer, sukses menyihir ratusan jamaah yang memadati pelataran Mushola Ainul Huda.

Dengan gaya bicara khas ‘ngapak’ yang ceplas-ceplos namun sarat makna, sang kyai membawa pesan persaudaraan dalam balutan komedi segar.

Acara yang diinisiasi oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Pesantunan ini menjadi ajang ‘pembersihan diri’ sosial pasca-Ramadan.

Di bawah temaram lampu, warga duduk dengan tertib mendengarkan petuah tentang pentingnya menjaga keseimbangan hidup.

Kyai Sawer menekankan bahwa kesalehan tidak boleh berhenti di sajadah saja, melainkan harus membumi dalam interaksi antar manusia.

“Siapa orang yang ingin hidupnya barokah selamat dunia akhirat masuk syurga, peganglah perintahnya gusti Allah, kasih sayang sesama mahluk Allah,” ujar Kyai Sawer di sela-sela ceramahnya.

Beliau mengingatkan bahwa hubungan vertikal kepada Sang Pencipta dan horizontal kepada sesama manusia harus berjalan sejajar.

Tak jarang, ia melontarkan sentilan keras namun jenaka mengenai ketaatan istri kepada suami dan bakti anak kepada orang tua, yang membuat jamaah terpingkal sekaligus merenung.

Kepala Desa Pesantunan, Moch Tolibin, tampak hadir di tengah barisan warga bersama tokoh agama setempat.

Kehadiran pemimpin desa ini mempertegas bahwa momentum Halalbihalal bukan sekadar seremoni rutin, melainkan perekat kohesi sosial yang sempat merenggang karena rutinitas harian.

Wadio Anjar Hardianto, Ketua Panitia penyelenggara, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme warga yang luar biasa.

Baginya, tujuan utama kegiatan ini adalah memperkokoh Ukhuwah Islamiyah agar tercipta lingkungan yang harmonis.

“Ini momen tulus untuk menyucikan hati dengan bermaaf-maafan atas segala khilaf yang terjadi selama setahun terakhir. Kami ingin persaudaraan di lingkungan ini semakin solid,” tutur Wadio.

Menutup malam yang hangat itu, doa massal dipanjatkan dengan khidmat, mengirimkan doa bagi para leluhur sekaligus mengunci komitmen warga untuk terus hidup rukun berdampingan. (Olam).