Sinjai, Suara Jelata—Tiga dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sinjai yang sebelumnya sempat dihentikan sementara operasionalnya akibat persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), kini telah kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan. Rabu, (29/4/2026).
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sinjai, Sapriadi, menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan karena beberapa dapur belum memenuhi standar kesehatan dan sanitasi yang ditetapkan pemerintah.
“Permasalahannya terkait IPAL, sehingga harus dilakukan pembenahan sebelum bisa beroperasi kembali,” ujarnya.
Dapur MBG yang terdampak meliputi SPPG Sinjai Utara Biringere 2 yang dikelola Yayasan Bhinneka Nusantara Abadi, SPPG Sinjai Tellu Limpoe Saotengah di bawah Yayasan Jalin Sinergi Indonesia.
SPPG Sinjai Timur Salohe yang dikelola Yayasan Amal Cendikia Insani, serta SPPG Sinjai Borong Biji Nangka yang juga berada di bawah Yayasan Amal Cendikia Insani.
Dari empat dapur tersebut, sebagian besar kini telah kembali beroperasi sejak Senin, 27 April 2026, setelah menyelesaikan perbaikan IPAL.
Dapur yang sudah aktif kembali adalah Biringere 2 dan Saotengah Tellu Limpoe, sementara dapur lainnya menyusul secara bertahap.
Untuk dapur MBG di Salohe, operasional masih menunggu surat pencabutan status suspend.
Sementara itu, dapur Borong dijadwalkan akan kembali beroperasi pada Senin pekan depan.
Sapriadi menegaskan bahwa dapur yang telah kembali beroperasi dipastikan telah memenuhi standar yang dipersyaratkan, khususnya dalam pengelolaan limbah.
“Mereka yang sudah beroperasi kembali telah melakukan perbaikan IPAL sesuai standar,” jelasnya.
Saat ini, jumlah dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Sinjai mencapai 26 unit dan melayani puluhan ribu penerima manfaat.
3 Dapur MBG di Sinjai Sempat Disuspend Karena IPAL, Kini Kembali Beroperasi











