SINJAI, SUARA JELATA-–Suara warga kecil kembali menggema di ruang kekuasaan. Kali ini datang dari Dusun Pakokko, Desa Tellulimpoe, Kecamatan Tellulimpoe, yang selama bertahun-tahun harus bertahan dengan akses jalan rusak parah.
Dalam audiensi bersama Ratnawati Arif, Senin (4/5/2026), seorang ibu rumah tangga bernama Masna (45) menyampaikan langsung penderitaan yang selama ini dirasakan warga.
Dengan nada penuh harap, ia meminta perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi jalan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
“Ini satu-satunya akses kami. Kalau tidak diperbaiki, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ucapnya lirih.
Kerusakan jalan yang kian parah membuat aktivitas ekonomi warga nyaris lumpuh. Hasil kebun dan dagangan yang seharusnya dibawa ke pasar terhambat karena kendaraan tidak lagi mampu melintas.
Warga terpaksa mengandalkan tenaga sendiri, memikul barang dagangan melewati jalan yang licin dan rusak, terutama saat hujan turun.
“Kalau hujan, akses benar-benar terputus. Kami hanya bisa pasrah,” tambahnya.
Kondisi ini bukan persoalan baru. Warga mengaku sudah lama menghadapi situasi tersebut tanpa kepastian kapan perbaikan akan dilakukan.
Menanggapi keluhan itu, Bupati Sinjai menegaskan bahwa ruas jalan di Dusun Pakokko telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan daerah.
Namun, realisasinya masih bergantung pada ketersediaan anggaran.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Sinjai, Haris Achmad, mengungkapkan terdapat tiga ruas jalan dengan kerusakan berat yang membutuhkan penanganan segera.
Ruas tersebut meliputi jalur Bonto Kunyi–Pakokko sepanjang 1,9 kilometer, Laha-laha–Pakokko sepanjang 1,9 kilometer, serta Koro–Pakokko sepanjang 2,4 kilometer.
“Secara teknis kami siap melaksanakan, namun pelaksanaannya tetap menunggu kesiapan anggaran,” jelasnya.











