Health & FitnessOpini

OPINI: Ancaman Penyakit Global terhadap Kesehatan Nasional (Oleh drg.Irfan Aryanto)

×

OPINI: Ancaman Penyakit Global terhadap Kesehatan Nasional (Oleh drg.Irfan Aryanto)

Sebarkan artikel ini
Dokter Gigi di Puskesmas Lappae, Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia Kabupaten Sinjai

OPINI, Suara Jelata—Masalah kesehatan merupakan masalah universal. Tidak mengenal batas geografi, politik dan kesukuan. Olehnya, semua pihak berhak mendapatkan kesehatan yang layak tanpa ada perbedaan.

Organisasi pemerintah dan organisasi non pemerintah memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendukung lahirnya kesehatan publik.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Meskipun begitu, tingkat kesadaran masyarakat dunia masih rendah terhadap kesehatan. Ini ditandai dengan munculnya wabah penyakit di berbagai belahan dunia yang disebabkan oleh kebersihan lingkungan.

Untuk itulah Badan Kesehatan Dunia (WHO) terus melakukan kegiatan untuk menandai agar kesehatan menjadi perhatian semua pihak, salah satunya adalah dirumuskannya hari Kesehatan Internasional setiap tanggal 7 april.

Kegiatan ini di putuskan tahun 1948 pada pelaksanaan Majelis Kesehatan Dunia Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang pertama.

Sejak itu, mulai tahun 1950 setiap tanggal 7 april di tandai dengan Hari Kesehatan Internasional.
Setiap tahunnya, tema berbeda mewarnai Hari Kesehatan Internasional.

Dikutip dari situs Wikipedia.Org, puluhan tema kesehatan di gemakan sejak tahun 1995 hingga 2013 agar menjadi perhatian semua pihak secara global.

Pada tahun 2016 silam, penyakit Diabetes menjadi isu penting di hari Kesehatan Internasional. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan meningkatnya angka penderita dibetes di seluruh dunia.

Dengan ini, WHO berharap dan mengajak semua pihak agar mencegah penyakit diabetes.
Tahun 2018 lalu, hari kesehatan internasional di isi dengan tema Cakupan Kesehatan Semesta.

Isu ini di angkat agar setiap manusia menjadikan kesehatan sebagai harta yang paling berharga.

Bahwa kesehatan menjadi penyokong bagi setiap orang untuk belajar dan bekerja maka kesehatan perlu di jaga agar taraf kualitas setiap orang semakin baik.

WHO merasa perlu mendukung jaminan setiap orang berhak mendapatkan kesehatan dengan akses seluas-luasnya untuk mendapatkan pengobatan. Dengan akses yang baik ke fasilitas pengobatan, maka setiap orang lebih produktif, wabah dapat ditanggulangi dan negara-negara bisa makin sejahtera.

Hari Kesehatan Internasional sangat terasa dibutuhkan tahun ini dengan makin banyaknya wabah penyakit yang terjadi di beberapa negara.

Salah satunya adalah virus zika yang telah menyebar ke 20 negara dan berpotensi menyebabkan ledakan pandemik.

Virus zika disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti yang telah menyebabkan ribuan bayi terinfeksi mengalami kematian karena penyusutan otak saat lahir.

Bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Seiring meledaknya jumlah penduduk dunia yang disertai dengan arus perpindahan penduduk dari satu negara ke negara yang lain makin meningkat.

Menyebakan resiko ancaman penyakit global bagi sistem kesehatan nasional perlu diwaspadai.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, SIswanto,MHP,DTM Indonesia perlu mempersiapkan pertahanan yang kuat dalam menghadapi ancaman wabah penyakit infeksi baru.

Tentu masih segar dalam ingatan kita semua bagaimana penyakit flu burung memiliki dampak besar dalam menurunkan perdagangan dan pariwisata di Indonesia.

Bahkan pemerintah harus menanggung beban ekonomi 4 Trilyun rupiah disebabkan terjangan flu burung.

Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan, 11 tahun terakhir Indonesia tak pernah lepas dari pandemik (lingkup global) flu burung yang menelan 168 korban jiwa.

Bahkan flu burung masih berpotensi menjadi pandemik di Indonesia, terlebih lagi ditahun 2016 ditemukan virus baru yang berpotensi menjadi ancaman penyakit.

Walaupun pandemik tidak bisa diprediksi, tetapi pandemik bisa terjadi kapan saja yang berasal dari luar Indonesia tetapi memiliki dampak luas terhadap Indonesia.

Munculnya ancaman penyakit baru yang berasal dari luar Indonesia menjadi racun yang mematikan bagi kesehatan di Indonesia bila kewasapadaan terhadap hal ini masih rendah.

Ditemukannya kembali virus Ebola di Afrika dan virus MERS-Co di timur tengah, menjadikan ancaman terhadap Indonesia makin terbuka lebar.

Belum lagi penyakit menular di Indonesia yang belum ditangani dengan tuntas seperti demam berdarah, TBC, malaria dan HIV/ASIDS akan menjadikan kondisi kesehatan di Indonesia makin rentan.

Untuk itu kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan menjadi titik penting yang berperan besar dalam menghadang meluasnya wabah penyakit yang baru.

Terlebih lagi hampir 80 % pandemik berasal dari hewan yang berarti kebersihan lingkungan dan kebersihan diri perlu mendapat perhatian ekstra.

Perilaku hidup sehat dalam menangkal serangan penyakit baru global perlu ditingkatkan.

Pasalnya hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa perilaku hidup sehat di Indonesia baru mencapai 5 %.

Untuk skala kabupaten Sinjai, Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, di inginkan dapat mendeteksi adanya kekurangan-kekurangan dalam kesehatan rumah tangga yang perlu dibenahi sekaligus membuat peta kesehatan secara umum di Kabupaten Sinjai dapat di teropong dengan jelas.

Dengan ini besar harapan kabupaten Sinjai tidak menjadi Jendela masuknya wabah penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan hidup masyarakat.

Ditulis dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Dunia tanggal 7 April 2019