Nasional

Pemuda China Terbang Ribuan Kilometer Demi Gadis Desa Bua Sinjai, Benih Cinta Tumbuh Karena Ini ‎

×

Pemuda China Terbang Ribuan Kilometer Demi Gadis Desa Bua Sinjai, Benih Cinta Tumbuh Karena Ini ‎

Sebarkan artikel ini
Muh. Yusuf saat prosesi ijab kabul di Desa Bua/LM

Sinjai, Suara Jelata—Seorang pemuda berkewarganegaraan China Muh. Yusuf (Liu Ming) resmi menikahi seorang gadis asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Kamis, (1/1/2026).

‎Prosesi pernikahan tersebut berlangsung di Dusun Batang, Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai tempat tinggal Evi.

‎Momen pernikahan ini terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh konten kreator asal Sinjai, Lukman Mallongi.

‎Dalam video tersebut, terlihat prosesi adat pernikahan Bugis yang dihadiri oleh sejumlah warga.

‎Pemuda etnis China itu tampak membawa uang panai mahar adat Bugis dengan nilai mencapai Rp200 juta.

‎Kata Lukman, Kisah cinta lintas negara ini bermula dari media sosial.

‎Saat itu, Evi (25) tengah menempuh pendidikan sarjana di Palu, Sulawesi Tengah.

‎Perkenalan virtual tersebut menjadi awal komunikasi intens antara Evi dan seorang pemuda asal China bernama Liu Ming.

‎Berbekal kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik, Evi mampu menjalin komunikasi lancar dengan Liu Ming.

‎Dari percakapan yang awalnya sederhana, keduanya semakin akrab hingga benih-benih cinta pun tumbuh.

‎Liu Ming mengaku bekerja sebagai perawat di Shandong.

‎Meski terpisah ribuan kilometer, jarak tak menjadi penghalang bagi keduanya untuk saling mengenal lebih dalam.

‎Hingga akhirnya, rasa cinta itu mendorong Liu Ming mengambil keputusan besar dalam hidupnya.

‎Dengan penuh keyakinan, Liu Ming nekat terbang dari China ke Indonesia demi bertemu langsung dengan pujaan hatinya, seorang gadis asal Kabupaten Sinjai.

‎Evi sendiri diketahui berasal dari Dusun Batang, Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai.

‎Keseriusan Liu Ming tak hanya dibuktikan dengan perjalanan panjang lintas negara, tetapi juga dengan keputusan spiritual yang mendalam.

‎Demi mempersunting Evi dan menyatukan perbedaan keyakinan, Liu Ming dengan tulus memutuskan untuk memeluk agama Islam, mengikuti keyakinan calon istrinya.

‎Sebuah langkah besar yang menjadi simbol kesungguhan cinta dan komitmen dalam membangun masa depan bersama.

‎“Hari ini dilaksanakan ijab kabul, dan kemungkinan akan digelar resepsi sebelum mempelai pria kembali ke China,” ujar Lukman Mallongi yang juga merupakan kerabat mempelai perempuan.

‎Beberapa hari sebelumnya, Kepala Desa Bua, Andi Azis Karaeng Soi, membimbing pemuda ini mengucapkan dua kalimat syahadat.

‎Dalam prosesi tersebut, Andi Azis Karaeng Soi bertindak sebagai saksi sekaligus pembimbing mualaf.

‎Pemuda tersebut bernama liu ming, setelah mualaf memakai nama islam Muh. Yusuf.