DPRD SINJAI

Aspirasi Korban Pencurian Ternak di Tellulimpoe Diserap, Anggota DPRD Sinjai Desak Polisi Bertindak

×

Aspirasi Korban Pencurian Ternak di Tellulimpoe Diserap, Anggota DPRD Sinjai Desak Polisi Bertindak

Sebarkan artikel ini
Maraknya kasus pencurian ternak di wilayah Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, menuai perhatian serius dari Anggota DPRD Sinjai Daerah Pemilihan (Dapil) II Sinjai Timur–Tellulimpoe, Saldi. Sabtu, (28/3/2026). 

SINJAI, Suara Jelata—Maraknya kasus pencurian ternak di wilayah Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, menuai perhatian serius dari Anggota DPRD Sinjai Daerah Pemilihan (Dapil) II Sinjai Timur–Tellulimpoe, Saldi. Sabtu, (28/3/2026).

Saldi turun langsung menemui warga di Desa Lembang Lohe, Dusun Tippulue, yang menjadi korban kehilangan ternak, khususnya sapi.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Dalam kunjungannya, ia menyerap berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat yang merasa resah akibat kejadian tersebut yang dinilai semakin sering terjadi.

Ia mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya kasus pencurian ternak yang merugikan warga.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

“Sudah banyak warga yang kehilangan ternak, khususnya sapi di wilayah Tellulimpoe. Ini harus menjadi perhatian aparat kepolisian agar segera ditindaklanjuti,” ujar Saldi.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian pencurian kepada pihak kepolisian.

Langkah tersebut dinilai penting agar kasus-kasus yang terjadi dapat segera diproses secara hukum.

Saldi berjanji akan menyampaikan langsung aspirasi masyarakat tersebut kepada pihak terkait, termasuk aparat kepolisian, agar penanganan kasus pencurian ternak bisa lebih serius dan maksimal.

Ia berharap dengan adanya perhatian dan tindakan dari aparat, kasus pencurian ternak di wilayah tersebut dapat ditekan, sehingga masyarakat tidak lagi dihantui rasa kehilangan dan kekhawatiran terhadap aset ternaknya.

“Harapan kita, tidak ada lagi warga yang terus-menerus menjadi korban pencurian ternak,” pungkasnya.