Nasional

NasDem Sinjai Protes Pemberitaan Tempo, Nilai Tendensius dan Tidak Berimbang

×

NasDem Sinjai Protes Pemberitaan Tempo, Nilai Tendensius dan Tidak Berimbang

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD Partai NasDem Sinjai, Mizar Roem/Ist

Sinjai, Suara Jelata—DPD Partai NasDem Kabupaten Sinjai menyatakan keberatan terhadap pemberitaan yang dimuat oleh Tempo terkait Ketua Umum DPP Partai NasDem.

‎Pemberitaan tersebut dinilai tidak berimbang dan cenderung tendensius.
‎Ketua DPD Partai NasDem Sinjai, Mizar Roem, menegaskan bahwa pihaknya menolak narasi yang dianggap menggiring opini publik.

‎“Kami DPD Partai NasDem Kabupaten Sinjai menolak pemberitaan yang cenderung tendensius dan tidak berimbang,” tegas Mizar.

‎Menurutnya, pemberitaan tersebut telah melampaui batas kritik yang sehat dan berubah menjadi framing yang tidak didukung fakta secara utuh.

‎“Kami tegaskan bahwa kami tidak anti kritik, namun menolak keras setiap bentuk manipulasi persepsi yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi,” lanjutnya.

‎DPD NasDem Sinjai juga menilai sampul majalah Tempo yang mengangkat wacana merger telah merendahkan Ketua Umum dan partai secara keseluruhan.

‎Atas dasar itu, mereka menyatakan sikap tegas.

‎“Tentu jajaran NasDem tidak akan tinggal diam ketika marwah politik direduksi menjadi sekadar komoditas informasi,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Mizar mengecam narasi yang dinilai merendahkan partai politik sebagai institusi demokrasi.

‎“Partai politik tidak boleh direndahkan. Itu adalah wadah perjuangan gagasan, ideologi, dan harapan rakyat,” tegasnya bersama jajaran pengurus dan fraksi DPD NasDem Sinjai.

‎DPD NasDem Sinjai pun meminta pihak terkait untuk segera memberikan klarifikasi kepada publik serta bertanggung jawab secara moral atas narasi yang telah dibangun.

‎“Secepatnya ada klarifikasi kepada publik, sekaligus penghormatan terhadap prinsip akurasi informasi,” paparnya.

‎Ia menambahkan, sikap ini bukan semata-mata pembelaan terhadap partai, melainkan bentuk perlawanan terhadap upaya pembentukan opini publik yang dinilai menyesatkan.

‎“Ini bukan sekadar pembelaan terhadap partai, tapi perlawanan terhadap upaya pembentukan opini publik yang menyesatkan,” pungkasnya.