News

Pengawasan BBM Subsidi Diperketat, Polisi Cek Penggunaan Solar Nelayan di Sinjai

×

Pengawasan BBM Subsidi Diperketat, Polisi Cek Penggunaan Solar Nelayan di Sinjai

Sebarkan artikel ini
Aparat kepolisian dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Sinjai melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar bagi kapal nelayan di wilayah Kabupaten Sinjai.

Sinjai, Suara Jelata—Aparat kepolisian dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Sinjai melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar bagi kapal nelayan di wilayah Kabupaten Sinjai.

‎Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Pantai Galau, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, pada Sabtu (25/4/2026).

‎Pengawasan dilakukan sebagai langkah preventif guna memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

‎Pengecekan dipimpin oleh Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Sinjai, IPDA Surahmat bersama sejumlah personel.

‎Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa kapal-kapal nelayan yang menggunakan solar subsidi berdasarkan rekomendasi resmi dari Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai.

‎Petugas mencocokkan dokumen rekomendasi dengan kondisi di lapangan, meliputi identitas kapal, kapasitas mesin, hingga jumlah kebutuhan BBM yang diajukan oleh nelayan.

‎Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian kapal yang diperiksa telah memenuhi ketentuan dan sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.

‎Hal ini mengindikasikan bahwa penyaluran BBM subsidi di wilayah tersebut masih berjalan sesuai aturan.

Kasat Reskrim Polres Sinjai, IPTU Dr. Adi Asrul, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan rutin untuk mencegah potensi penyimpangan dalam distribusi BBM subsidi.

‎Menurutnya, BBM subsidi merupakan hak masyarakat yang harus dijaga penggunaannya, khususnya bagi nelayan kecil yang sangat bergantung pada solar untuk aktivitas melaut.

‎“Pengawasan ini penting untuk mencegah penyalahgunaan, penimbunan, maupun distribusi yang tidak tepat sasaran yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, pengawasan yang dilakukan secara berkala diharapkan mampu memastikan ketersediaan dan pemanfaatan BBM subsidi benar-benar dirasakan oleh nelayan yang membutuhkan.