Nasional

Program Makan Bergizi Gratis di Sinjai Terhenti, Anggaran BGN Belum Cair

×

Program Makan Bergizi Gratis di Sinjai Terhenti, Anggaran BGN Belum Cair

Sebarkan artikel ini
Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program dapur gizi terus menunjukkan hasil positif terkhusus di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. ‎

Sinjai, Suara Jelata—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, sementara berhenti beroperasi sejak awal Januari 2026.

Terhentinya program tersebut disebabkan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang belum dicairkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Saat ini terdapat 17 SPPG yang tersebar di enam kecamatan di Sinjai. Rinciannya, enam SPPG berada di Kecamatan Sinjai Utara, empat di Sinjai Timur, dua di Tellulimpoe, tiga di Sinjai Selatan, masing-masing satu di Bulupoddo dan Borong.

Program MBG yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut terakhir beroperasi pada 31 Desember 2025 dan belum kembali berjalan hingga kini.

Koordinator SPPG Sinjai, Supriadi, mengatakan penghentian sementara operasional dilakukan karena dana program belum cair.

“Terakhir SPPG beroperasi tanggal 31 Desember 2025. Sejak 1 Januari 2026 belum berjalan karena anggarannya belum cair,” ujar Supriadi.

Ia menegaskan bahwa SPPG tidak diperkenankan menggunakan dana talangan atau dana pribadi untuk menjalankan program tersebut.

“Aturannya jelas, tidak boleh menggunakan dana talangan. SPPG hanya bisa beroperasi setelah anggaran resmi dicairkan,” tegasnya.

Meski demikian, Supriadi menyebut proses pencairan anggaran saat ini masih berlangsung dan diharapkan program dapat kembali berjalan dalam waktu dekat.

“Jika sesuai jadwal, kemungkinan besok sudah bisa kembali beroperasi,” katanya.

Sementara itu, salah seorang orang tua siswa, Arham, mengaku anaknya tidak lagi menerima makan bergizi gratis sejak masuk sekolah di awal tahun 2026.

“Sudah beberapa hari ini tidak ada makan bergizi di sekolah, jadi kami siapkan bekal dari rumah,” ungkapnya.

Ia berharap program MBG dapat segera kembali berjalan seperti sebelumnya.

“Semoga program ini segera berjalan lagi karena sangat membantu,” ujarnya.

Di sisi lain, Tim Pengawas SPPG Sinjai, Muh Aliakbar, menyebutkan bahwa secara keseluruhan terdapat 17 SPPG yang telah beroperasi di Sinjai, dengan tiga SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan.

“Rata-rata satu SPPG melayani sekitar tiga ribu penerima manfaat, yang terdiri dari siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” jelasnya.

Total penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sinjai saat ini mencapai 39.205 orang.