Opini

Peran Mahasiswa dalam Melawan Covid19

×

Peran Mahasiswa dalam Melawan Covid19

Sebarkan artikel ini

OPINI, Suara Jelata— Saat ini covid19 telah mewabah ke seluruh negara di dunia, data dari WHO pada (06/04/2020) menunjukkan lebih dari 200 negara sudah terjangkit covid19 ini. Dan jumlah korban yang terkena sekitar 1.274.923 orang, meninggal 69.498 orang dan yang sembuh sekitar 260.484 orang.

Di indonesia sendiri covid19 mulai masuk pada awal Februari di mana saat ini korban Covid19 yang ada di Indonesia berjumlah 2.491 orang, yang meninggal 209 orang dan yang sembuh 192 orang (data dari kemenkes per 06/04/2020).

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Lantas bagaimna peran Mahasiswa dalam menghadapi Virus Pandemi global ini?

Pertama bicara mahasiswa, kita tau bahwa mahasiswa punya 2 peran penting, yakni sebagai agent of change (perubahan) dan yang kedua agen of social control.

Maka pada peran pertama seorang mahasiswa harus lah mampu menawarkan perubahan pada masyarakat, maka hal pertama sebelum melakukan perubahan kepada masyarakat harus lah seorang mahasiswa itu mampu merubah dirinya menjadi seorang intelektual idealik, yang mana ia menjadi seorang intelektual yang cenderung pada kebenaran, maka dengan demikian capaian menuju kata agen perubahan itu akan terwujud
Lalu point kedua yang berbicara tentang, agent of social control adalah bagaimana seorang mahasiswa mampu menempatkan dirinya sebagai kaum tengah, dia berada di antara masyarakat dan pemerintah, maka pada suatu kondisi ia menjadi penyambung lidah rakyat untuk menginterupsi kekuasaan yang tidak berpihak pada masyarakat, dan pada satu kondisi ia menjadi rekan pemerintah dalam upaya mensukseskan kegiatan pemerintah yang berimplikasi baik bagi kehidupan masyarakatnya.

Nah di tengah pandemi global covid-19 ini, kita bisa lihat kegalauan pemerintah dalam upaya penanganannya, antara selamatkan rakyat atau selamatkan ekonomi melalui investasi, kita liat di awal bagaimana tindakan yang dilakukan pemerintah kita dalam menanggapi pandemi ini, kawan-kawan bisa tracking di google bagaimana sikap pemerintah di awal tahun 2020 sampe awal maret 2020.

Pemerintah lamban dalam mengeluarkan kebijakan yang jelas, terlihat gagap dan membuat masyarakat resah. Pun ketika kebijakan sudah mulai di terbitkan, terjadi diskomunikasi antara Presiden dan Menterinya, antara Pemerintah Pusat dan Pemrintah Daerah.

Dimana ketika Presiden menginstrupsikan A, Pemerintah Daerah melakukan B, ini yang membuat masyarakat kebingungan. Seharusnya pemerintah sanggup memberi harapan pada masyarakat bukan ketakutan-ketakutan yang kita rasakan seperti saat ini.
Ketakutan di tengah masyarakat yg takut kelaparan akibat instruksi di rumahkan dan melarang melakukan aktivitas diluar rumah, dimana tidak semua orang bisa bertahan hidup dengan tetap berada di rumah seperti para pekerja serabutan, pkl, ojol, buruh dan pekrjaan lainnya.

Ini adalah bukti bahwa negara dalam hal ini pemerintah tidak mampu hadir dalam sendi sendi masyarakat kita, maka peran ini lah seharusnya yg di ambil oleh mahasiswa dengan melakukan bantuan berupa donasi untuk masyarakat yang membutuhkan, edukasi mengenai covid19 mulai dari ODP, PDP dan Pasien Positif Corona, mengenai gejalanya hingga cara pencegahannya serta melakukan penelitian terkait covid-19 ini.

Mahasiswa juga harus bersinergi dan berkolaborasi bersama pemerintah dalam melawan Covid19 ini. Ini adalah tugas bersama, tugas Kemanusiaan, saatnya semua harus taat pada kebijakan pemerintah dan arahan dari aparat, karena ini adalah untuk kebaikan kita semua. Semoga kita semua dapat terhindar dari Covid19 ini, salah satunya dengan menerapkan physical disctancing (menjaga jarak fisik), memakai masker bagi yang merasa mempunyai gejala, cek suhu tubuh, menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan setiap selesai beraktifitas dan menghindari tempat keramaian. Semoga Covid19 cepat berlalu.

Oleh: Muh. Irfan Pratama
(Mahasiswa Fakultas Hukum UMI)

Sepenuhnya, tulisan adalah tanggung-jawab penulis.