Bermacam pertanyaanpun muncul. Bagaimana pengawasannya, mengapa korban tidak melapor ke pihak berwajib, bagaimana pelaku berbuat hingga melahirkan banyak anak dari hasil perbuatannya, dan pertanyaan-pertanyaan lain.
Tulisan ini berupaya merefleksi diri serta mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama punya kepedulian agar lembaga pendidikan kita, apa pun namanya, dapat eksis dengan segala manfaat baiknya sekaligus menangkal kemungkinan-kemungkinan timbulnya hal yang kontra produktif.
Belajar Mengenali Diri
Lembaga pendidikan Islam tentunya menjadi bagian dari tujuan manusia diciptakan yakni untuk mengabdi kepada-Nya. Pengabdian yang benar tentu tidak langsung terjadi melainkan perlu proses.
Bahkan Nabi dan para sahabatnya juga berproses. Pada tahap ini manusia belajar mengenal diri sendiri karena dengan itu ia akan mengenal Tuhannya sehingga pada akhirnya tahu apa yang dikehendaki oleh sang Tuan untuk kemudian kita sebagai hamba menyesuaikan diri.
Bahwa manusia bukan semata hayawanun natiq (hewan yang berpikir) tetapi berdimensi ruhani atau spiritual. Pengenalan, pembelajaran, proses, dan sebagainya hingga tercapai kesadaran sangkan paraning dumadi (asal dan akan kembalinya manusia).








